Banyak orang menganggap bahwa sukses adalah sesuatu yang sulit karena membutuhkan daya dukung tertentu atau modal finansial yang besar. Sukses adalah sebuah proses, di mana kita sepenuhnya memberdayakan kualitas internal kita sambil memperkuat posisi eksternal kita, sehingga orang mengenal “nama” kita. Sukses tidak selalu dikaitkan dengan kekayaan berlimpah, tetapi sukses lebih banyak dikaitkan dengan kualitas nama. Meski demikian, setidaknya orang yang sukses akan mampu mencukupi kebutuhan-kebutuhannya dengan baik.
Saya ingin berbagi pemikiran saya tentang modal untuk sukses. Keseluruhannya ada 6 modal sukses yaitu Karakter, Konsistensi, Kapabilitas, Kreativitas, Kohesi sosial dan Kapital.
Perhatikanlah bahwa 4 dari 6 modal tersebut adalah faktor internal kita yaitu Karakter, Konsistensi, Kapabilitas, dan Kreativitas. Artinya faktor terbesar untuk sukses berasal dari dalam diri kita sendiri.
1. KARAKTER
Karakter berarti prinsip-prinsip dan sikap-sikap hidup kita, yang terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan kita sehingga menghasilkan kualitas diri dalam kehidupan sehari-hari. Karakter-karakter yang baik perlu dipelajari, karena karakter itu sendiri bukanlah keturunan, atau bawaan lahir, tetapi pembiasaan. Karakter-karakter yang positif antara lain : jujur, disiplin, berani, pekerja keras, menghargai sesama, suka menolong, suka belajar, pantang menyerah, dan banyak lagi sikap atau kebiasaan baik yang positif.
Karakter yang baik adalah modal untuk mendapatkan KEPERCAYAAN.
Orang yang mampu memperoleh kepercayaan orang lain, apalagi banyak orang, sudah separoh sukses.
2. KONSISTENSI
Konsistensi berarti kemampuan untuk bertekun pada sebuah cita-cita meskipun di hadapkan pada banyak godaan, tantangan dan permasalahan. Sering kita melihat orang-orang yang mudah berganti haluan, atau bersikap moody, atau mudah menyerah. Hal ini sangat merugikan karena sejatinya dalam segala hal ada yang disebut kurva belajar. Kurva Belajar adalah sebuah mekanisme di mana semakin lama kita bergelut pada sebuah bidang, kita akan menjadi sangat menguasai bidang tersebut, sehingga pekerjaan menjadi cepat dan berkualitas.
Konsistensi adalah syarat untuk menjadi PAKAR (EXPERTISE).
Orang yang dikenal sebagai pakar dalam sebuah bidang, tentu saja akan dicari oleh orang banyak untuk dimintai sarannya, dan itu adalah pintu masuk kesuksesan.
3. KAPABILITAS
Kapabilitas berarti kemampuan teknis pada sebuah bidang tertentu yang memampukan kita untuk memahami detail dari pekerjaan. Detail pekerjaan itu sangat penting karena di dalamnya ditentukan kualitas akhir yang baik atau buruk.
Kapabilitas adalah syarat untuk mampu MENGENDALIKAN (Control) pekerjaan kita dan bawahan kita.
Orang yang tidak mampu mengendalikan pekerjaannya cenderung akan melakukan kesalahan, atau dibohongi, atau menciptakan biaya-biaya yang tidak perlu.
4. KREATIVITAS
Kreativitas adalah kemampuan untuk melihat sisi yang berbeda dan unik dari permasalahan sehingga memampukan seseorang untuk mencari pemecahan masalah tersebut. Seorang yang ingin sukses tidak dapat duduk diam menanti ide datang sendiri, tetapi harus gemar untuk berjalan keluar, belajar dari orang lain, mempelajari hal-hal lintas bidang, dan tentu saja saran klasik : membaca, berdiskusi, berpikir, merenung dan menuliskan ide-idenya.
Kreativitas adalah syarat untuk menjadi PEMBERI JAWAB (Solution Maker).
Orang yang membiasakan diri untuk menyumbangkan saran dan menjadi bagian dari solusi, akan mendapat kesempatan pertama untuk bersinar di antara teman-teman setingkatnya.
5. KOHESI
Kohesi adalah kemampuan untuk bergaul, mengembangkan persahabatan, bekerja sama dengan orang lain, dan mengatasi konflik antar manusia. Tidak ada orang yang mampu mencapai kesuksesan tanpa keterlibatan orang-orang lain. Untuk itu keterampilan untuk bergaul dan bekerja sama harus dilatih, agar kita menjadi pribadi yang menarik dan mengenali etika serta cara-cara bekerja sama.
Kohesi adalah syarat untuk mendapat DONGKRAK (Leverage) kesuksesan.
Orang yang memiliki dongkrak kesuksesan berarti melipatgandakan kemampuannya dengan waktu, keterampilan dan uang orang lain yang menyukai dan mempercayainya.
6. KAPITAL
Kapital adalah kemampuan mengelola keuangan. Bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan modal, atau memperoleh penghasilan, tetapi juga tentang bagaiaman mengelola, menginvestasikan dan menggunakan uang dengan bijak. Pengelolaan keuangan yang baik adalah apabila uang kita produktif (memberikan hasil) bukan konsumtif (memberikan pengeluaran), serta uang kita dapat terakumulasi.
Kapital adalah syarat untuk mendapat KEKUATAN (Power) kesuksesan.
Orang yang mampu mengendalikan keuangannya dengan baik, adalah orang yang memelihara kekuatannya. Tetapi sekalipun mendapatkan modal keuangan awal yang banyak, tetapi tidak bijak menggunakannya, kekuatan seseorang akan merosot dengan cepat.
Mudah-mudahan bermanfaat.
Semangat Penuh,
Aryanto Nugroho